Ketapang- Fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang, dari daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Sandai sepertinya tidak berjalan alias *Mandul*.

Fenomena jalan rusak bertahun-tahun yang sering dikeluhkan warga menunjukkan adanya kesenjangan antara fungsi pengawasan DPRD dan realisasi perbaikan infrastruktur oleh pemerintah daerah.

Kasus jalan yang tidak pernah diperbaiki dalam kurun waktu lima belas tahun terjadi di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Hal ini memicu kekecewaan warga yang menganggap DPRD kurang efektif (“mandul”) dalam menindaklanjuti aspirasi.

Untuk diketahui, puluhan tokoh masyarakat Sandai melakukan gotong royong dan menggunakan dana pribadi masing masing memperbaiki ruas jalan R Sutoyo Komplek Pasar Ikan, Desa Sandai Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.

Kepada Narasitimes.com, masyarakat Sandai mengaku sudah seringkali melakukan pengajuan ke tingkat Desa, bahkan Kabupaten setempat agar dilakukan perbaikan jalan di wilayah itu.

Namun, hal itu tidak pernah digubris. Padahal menurut masyarakat jalan itu sangat vital untuk mendongkrak perekonomian warga karena menjadi tempat pusat perbelanjaan masyarakat.

“Sangat disayangkan jalan lingkup  pasar Sandai sudah seperti bubur atau disebut Lindungan kerbau. Padahal nyata-nyata ada puluhan anggota DPRD yang berasal dari Kecamatan Sandai tetapi mereka seperti tidak peduli dengan kampung halamannya sendiri,”ucap masyarakat.

Masyarakat menilai setiap kali pemilihan (DPRD) seribu janji diberikan pada calon kepada masyarakat di Kecamatan Sandai.

Namun setelah mereka duduk janji janji itu seakan hilang bagaikan ditelan bumi.

“Setelah dipilih/duduk di korsi empuk di DPRD  Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, mereka melupakan janji-janji yang diucapkan saat kampanye. Padahal sudah sangat jelas himbauan Presiden RI infrastruktur jalan harus diutamakan (perbaikan) agar semua akses masyarakat nyaman dan berkembang,”timpal warga lainnya.

Foto: Warga Desa Sandai lakukan perbaikan jalan R Sutoyo menggunakan dana pribadi

Namun fakta dilapangan sangat berbanding terbalik. Dana aspirasi yang dikucurkan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat tidak tau kemana rimbanya.

“Jelas itu uang aspirasi  satu orang anggota DPRD sebesar Rp 6 miliar pertahunnya tidak tahu kemana. Apakah sembunyikan,!” tanya warga.

Sementara itu dalam kegiatan gotong royong perbaikan jalan tersebut diketahui ada satu orang anggota DPRD yang ikut membantu dia adalah Ali Sadikin.

Menggunakan dana pribadi, sang wakil rakyat itu membantu material semen, mesin molen pengaduk semen dan juga uang tunai.

“Masyarakat mengucapkan terimakasih  kepada bapak Ali Sadikin yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong ini,”bener masyarakat.