Kapuas- Oknum petugas SPBU di Jalan Pemuda Kapuas, Kabupaten Kapuas inisal BD diduga menggunakan barcode My Pertamina milik pelanggan tanpa izin pemilik.

Salah satu korban yang merupakan warga setempat kepada narasitimes.com mengatakan awalnya ia meminta bantuan membuat barcode mobil miliknya kepada BD dikarenakan ia beberapa kali membuat selalu gagal.

“Pada tanggal 16 Desember 2024 saya meminta bantu buatkan barcode mobil milik saya di karenakan beberapa kali saya membuat selalu gagal akhirnya minta bantu petugas /operator SPBU 64.735.02 yang terletak di jalan Pemuda Kapuas,”ucapnya

Lanjutnya operator/petugas SPBU tersebut bersedia membantu membuatkan barcode dengan syarat menggunakan Handphone pribadi milik petugas tersebut.

“Berjalannya waktu atau pada tanggal 24 Juli 2025 saat saya keluar kota dan mau mengisi BBM jenis pertalite menggunakan barcode yang di buatkan tersebut ternyata kuotanya sudah habis padahal 1 hari kuotanya 120 liter dan pada hari itu saya tidak ada mengisi BBM pertalite sama sekali,”terangnya

Lanjutnya lagi atas kejadian itu ia menghubungi oknum petugas/operator SPBU SPBU 64.735.02 untuk meminta penjelasan

Betapa terkejutnya ia ketika operator itu menjawab bahwa jatah kuota miliknya sudah digunakan sang operator.

“Saya bilang jangan sampai di salah gunakan lagi barcode milik saya,”ucapnya

Namun permasalahan tidak berhenti sampai disitu, pasalnya, tepat pada 18 April 2026, saat ia hendak mengisi pertalite barcode miliknya tidak dapat digunakan karena terblokir.

Ia lantas kembali menghubungi BD dan hanya mendapat jawaban permintaan maaf.

“Saya kembali menghubunginya dan hanya mendapat jawaban permintaan maaf saja karena barcode telah terblokir,”sesalnya

Ia berharap hal ini menjadi perhatian khusus pimpinan SPBU tempat BD berkerja, agar hal serupa tidak terjadi lagi, dan tidak ada korban-korban berikutnya.