Belu- Realitas bangsa hari ini, setelah kurang lebih 81 tahun merdeka, menunjukkan bahwa kemerdekaan belum sepenuhnya menjadi milik seluruh rakyat. Kemerdekaan masih terasa elitis dinikmati oleh segelintir kelompok dan belum menjangkau masyarakat secara menyeluruh, terutama di wilayah perbatasan.
Kabupaten Belu sebagai garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Ketimpangan pembangunan nyata terlihat dalam sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Masyarakat perbatasan terus berada dalam situasi ketertinggalan, seolah menjadi ruang pinggiran yang luput dari perhatian serius negara..
Di tengah kebijakan efisiensi yang berdampak pada distribusi fiskal yang tidak merata, kondisi sosial masyarakat semakin tertekan. Permasalahan di wilayah perbatasan terus berulang dan tidak pernah diselesaikan secara tuntas menjadi pekerjaan. rumah yang terus diwariskan tanpa solusi konkret.
Pemerintah kerap hadir dengan wacana dan program kerja yang terlihat ambisius dan fantastis. Namun dalam realitasnya, implementasi kebijakan tersebut jauh dari harapan masyarakat. Keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 belum sepenuhnya. diwujudkan dalam kehidupan nyata masyarakat, khususnya di Kabupaten Belu.
Berdasarkan kondisi tersebut, kami yang tergabung dalam elemen masyarakat, pemuda, dan mahasiswa Kabupaten Belu, dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mendesak Pemerintah Kabupaten Belu untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap realisasi 12 program prioritas, yang hingga saat ini belum menunjukkan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
2. Menuntut Pembayaran Insentif Perangkat Desa, RT/RW, Kader Posyandu, TPK.
3. Menuntut transparansi dan akuntabilitas anggaran publik, khususnya dalam pelaksanaan program-program yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
4. Mendesak pemerintah untuk segera mewujudkan pemerataan pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur dasar:
Listrik
Transportasi
Air bersih dan sanitasi
Telekomunikasi
Pengolahan sampah dan limbah
5. Menuntut peningkatan kualitas layanan:
Kesehatan
Pendidikan
Pelayanan publik secara menyeluruh.
6. Mendesak pemerintah untuk menjamin pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik KKN, serta membuka akses pengawasan publik secara luas.
7. Menuntut perhatian serius terhadap:
Pengangguran dan masa depan pemuda
Perempuan dan kelompok rentan
Masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan
8. Mendesak Pemerintah untuk segera melakukan monitoring terhadap seluruh perusahaan dan menyelesaikan berbagai persoalan buruh di Kabupaten Belu.
Jika tuntutan ini tidak direspons secara serius dan konkret, maka kami akan terus melakukan konsolidasi gerakan sebagai bentuk kontrol sosial dan perjuangan rakyat. Kami percaya bahwa kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan yang dirasakan oleh seluruh rakyat, tanpa terkecuali.
Merdeka!!!
Hidup Mahasiswa…!!!
Hidup Rakyat Indonesia !!!
ATAS NAMA MASYARAKAT BELU
Bayu Firdaus
Ketua GMNI
Melfridus Kali Ketua BEM

Tinggalkan Balasan