Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku kejahatan selama arus mudik Lebaran 2026.

Kepolisian akan berkoordinasi dengan TNI untuk menyiagakan personel khusus atau penembak jitu (sniper) di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dan jalan tol wilayah Provinsi Lampung.

Wacana penempatan sniper ini disampaikan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Mapolda Lampung.

Langkah ekstrem ini diambil guna memberikan rasa aman maksimal bagi pemudik dari ancaman tindak kriminalitas jalanan seperti begal dan pencurian dengan kekerasan (curas).

Kapolda menyatakan telah menjalin komunikasi intensif dengan Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, terkait penempatan personel khusus tersebut. Meski demikian, titik koordinat penempatan penembak jitu dirahasiakan demi kepentingan taktis dan keamanan.

“Kami terus berkoordinasi dengan TNI mengenai hal-hal strategis seperti personel khusus atau penembak jitu. Detail teknisnya tidak kami sampaikan secara terbuka kepada publik demi alasan keamanan,” ujar Irjen Helfi Assegaf.

Dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026, sebanyak 3.900 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran.

Helfi menjelaskan, seluruh rencana operasi telah disusun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk unsur TNI, Polri, dan instansi terkait.

“Pos pelayanan, pos pengamanan, serta pos terpadu akan ditempatkan di berbagai titik strategis sesuai dengan fungsi masing-masing,” jelasnya. Sebelumnya, Kapolda telah melakukan pengecekan di sejumlah titik krusial, seperti pelabuhan, bandara, stasiun kereta api, terminal bus, serta jalur yang diprediksi dilalui pemudik.

Selain pengamanan arus mudik, kepolisian juga mengantisipasi sejumlah potensi kerawanan, termasuk kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas.

Untuk titik rawan kecelakaan di jalan tol maupun arteri, polisi telah menyiapkan pos pengamanan serta melakukan upaya perbaikan jalan yang rusak. Kapolda juga menginstruksikan para kapolres untuk proaktif memperbaiki jalan berlubang menggunakan semen atau batu kerikil guna mencegah kecelakaan.

Sementara itu, kejahatan konvensional seperti pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) tetap menjadi perhatian utama selama masa mudik.

Polisi mengantisipasi aksi pencopetan di lokasi transportasi umum seperti kapal laut, bandara, dan terminal. (sumber/viva.com)