Mohon maaf, untuk para pendukung RRT atau Tiroris, tampaknya tersangka dalam drama ini semakin sedikit. Rismon, sang ahli forensik, telah berbalik arah.
Dulu, ia yakin ijazah Jokowi itu palsu, kini ia menyatakan bahwa itu asli. “Ada apa ini, guru?” Mari simak kisah Rismon ini sambil membayangkan seruput Koptagul, lae!
Republik ini benar-benar tidak pernah kekurangan drama. Di negeri yang debatnya bisa lebih panas daripada wajan goreng bakwan, satu dokumen tiba-tiba menjadi sesuatu yang sakral setelah ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Ijazah yang seharusnya hanya disimpan dalam map cokelat, mendadak diperlakukan bak artefak arkeologi. Dipindai, diperbesar, dan dianalisis seolah itu adalah hasil eksperimen ilmiah, bukan hanya polemik politik.
Rismon Sianipar, si ahli digital forensik, dulunya percaya dengan keyakinan hampir absolut. Dengan angka yang presisi, 99,9 persen, ia menyatakan ijazah Jokowi kemungkinan besar palsu. Tak heran publik merasa seperti mendengar hasil eksperimen laboratorium.
Namun, setelah dua bulan melakukan penelitian ulang yang intensif dan kompleks, Rismon muncul kembali ke publik dengan pengakuan mengejutkan: ijazah Jokowi itu asli!
Rismon menjelaskan bahwa kesalahan ada pada komponen watermark dan embos yang awalnya ia kira tidak ada. Dia bahkan meminta maaf secara terbuka kepada Jokowi dan keluarga. Dalam bidang akademik, kesalahan dan koreksi adalah hal yang biasa.
Drama ini terus berlanjut. Rekan-rekannya, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma, tetap pada pendirian mereka. Sementara Rismon mengajukan permohonan restorative justice terkait tuduhan sebelumnya.
Kini, publik hanya bisa melihat bagaimana saga ini mengajarkan kita bahwa menemukan kebenaran kadang memerlukan waktu, beberapa penelitian, dan keberanian untuk mengakui kesalahan.
“Duh, bang. Geng Termul pasti ngakak melihat tabiat Rismon.”
“Hus, jangan gitu, wak. Masih ada Roy dan dr Tifa. Drama masih berlanjut.” Ups

Tinggalkan Balasan